pada

Pendapatan Premi Asuransi Umum Tumbuh 4,8 Persen Jadi Rp112,81 Miliar pada 2025

Pendapatan Premi Asuransi Umum Tumbuh 4,8 Persen Jadi Rp112,81 Miliar pada 2025

Poin Penting Pendapatan premi asuransi umum sepanjang 2025 naik 4,8% menjadi Rp112,81 miliar. Lini dengan pertumbuhan tertinggi adalah asuransi aneka, penjaminan (surety ship), dan energy on shore. Premi asuransi kesehatan, energy off shore, dan kendaraan bermotor justru mengalami penurunan. Jakarta – Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat pendapatan premi seluruh lini bisnis tumbuh 4,8 persen […]

Pendapatan Premi Asuransi Umum Tumbuh 4,8 Persen Jadi Rp112,81 Miliar pada 2025 Read More »

Berpotensi Dipercepat, LPS Siap Jalankan Program Penjaminan Polis pada 2027

Berpotensi Dipercepat, LPS Siap Jalankan Program Penjaminan Polis pada 2027

Poin Penting LPS membuka peluang percepatan implementasi Program Penjaminan Polis (PPP) dari mandat 2028 menjadi 2027 PPP akan diformalkan lewat PP dan mencakup tiga jenis jaminan: pembayaran klaim polis, pengalihan portofolio ke perusahaan sehat, serta pengembalian polis jika pengalihan tidak memungkinkan. Nilai penjaminan polis diperkirakan berada di kisaran Rp500–700 juta, yang mencakup sekitar 90 persen

Berpotensi Dipercepat, LPS Siap Jalankan Program Penjaminan Polis pada 2027 Read More »

OJK: Total Aset Asuransi pada Juni 2025 Capai Rp1.163,11 Triliun, Tumbuh 3,27 Persen

OJK: Total Aset Asuransi pada Juni 2025 Capai Rp1.163,11 Triliun, Tumbuh 3,27 Persen

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa total aset industri asuransi per Juni 2025 tercatat mencapai Rp1.163,11 triliun atau mengalami pertumbuhan 3,27 persen secara tahunan. Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, merinci bahwa kinerja asuransi komersial menunjukkan akumulasi pendapatan premi sebesar Rp166,26 triliun hingga Juni 2025, atau meningkat 0,65 persen dibandingkan periode yang sama

OJK: Total Aset Asuransi pada Juni 2025 Capai Rp1.163,11 Triliun, Tumbuh 3,27 Persen Read More »

Iuran BPJS Kesehatan Tembus Rp165,3 Triliun pada 2024, Naik 8,9 Persen

Iuran BPJS Kesehatan Tembus Rp165,3 Triliun pada 2024, Naik 8,9 Persen

Jakarta – Pendapatan iuran BPJS Kesehatan terus mencetak pertumbuhan positif. Sepanjang 2024, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan berhasil mengumpulkan iuran sebesar Rp165,3 triliun, naik 8,9 persen year-on-year (YoY) dari Rp151,7 triliun pada 2023. Namun, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, mengungkapkan bahwa angka tersebut baru menyentuh sepertiga dari total pembiayaan kesehatan nasional. “Ini

Iuran BPJS Kesehatan Tembus Rp165,3 Triliun pada 2024, Naik 8,9 Persen Read More »

AFPI Optimistis P2P Lending Tumbuh, Tapi Pasang Target Konservatif pada 2025

AFPI Optimistis P2P Lending Tumbuh, Tapi Pasang Target Konservatif pada 2025

Jakarta – Asosiasi Fintech Pendanaan Indonesia (AFPI) membidik pertumbuhan industri fintech peer to peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar) sebesar 10 persen pada tahun 2025. Ketua Umum AFPI, Entjik S. Djafar, mengatakan bahwa proyeksi pertumbuhan 10 persen tersebut masih konservatif di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih terus berlanjut. “Kita proyeksinya tumbuh 10 persen.

AFPI Optimistis P2P Lending Tumbuh, Tapi Pasang Target Konservatif pada 2025 Read More »

Maipark Bidik Ekuitas Rp2 Triliun pada 2028, Ini Strategi Lengkapnya

Maipark Bidik Ekuitas Rp2 Triliun pada 2028, Ini Strategi Lengkapnya

Jakarta – PT Reasuransi Maipark Indonesia (MAIPARK) membidik ekuitas sebesar Rp2 triliun pada tahun 2028. Upaya ini dilakukan untuk memenuhi ketentuan modal minimum dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bagi Kelompok Perusahaan Perasuransian berdasarkan Ekuitas (KPPE) 2. Direktur Utama Reasuransi Maipark Indonesia, Kocu Andre Hutagalung, mengatakan pihaknya sudah meracik berbagai strategi guna mencapai target ekuitas tersebut. “Kami yakin

Maipark Bidik Ekuitas Rp2 Triliun pada 2028, Ini Strategi Lengkapnya Read More »

Tumbuh 11 Persen, Total APE BRI Life Tembus Rp3,42 Triliun pada 2024

Tumbuh 11 Persen, Total APE BRI Life Tembus Rp3,42 Triliun pada 2024

Jakarta – PT Asuransi BRI Life (BRI Life) mencatatkan pertumbuhan Annualized Premium Equivalent (APE) sebesar 11 persen year on year (yoy) pada 2024, atau menjadi Rp3,42 triliun dibandingkan Rp3,07 triliun di tahun sebelumnya. Mengacu data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), BRI Life juga memperlihatkan kinerja solid dalam mempertahankan posisi pertama di bisnis bancassurance selama tiga

Tumbuh 11 Persen, Total APE BRI Life Tembus Rp3,42 Triliun pada 2024 Read More »

Maksimalkan Potensi Pendapatan, WIR Group Akan Fokus pada Segmen Bermargin Tebal

Maksimalkan Potensi Pendapatan, WIR Group Akan Fokus pada Segmen Bermargin Tebal

Jakarta – PT WIR Asia Tbk (WIRG) atau WIR Group, perusahaan teknologi imersif dan Web3 yang berfokus pada augmented reality (AR), virtual reality (VR) dan artificial intelligence (AI), menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga pertumbuhan pendapatan. Perseroan menyakini, prospek industri yang mendukung perkembangan bisnis WIRG akan tumbuh sangat baik di tahun ini. Kondisi makro ekonomi diyakini

Maksimalkan Potensi Pendapatan, WIR Group Akan Fokus pada Segmen Bermargin Tebal Read More »

OJK Proyeksikan Multifinance Bakal Moncer pada Ramadan, Apa Pendorongnya?

OJK Proyeksikan Multifinance Bakal Moncer pada Ramadan, Apa Pendorongnya?

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan industri perusahaan pembiayaan atau multifinance pada masa bulan Ramadan akan mengalami tren peningkatan 11-13 persen. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, dalam RDKB OJK di Jakarta, 4 Maret 2024. “Kami memproyeksikan di

OJK Proyeksikan Multifinance Bakal Moncer pada Ramadan, Apa Pendorongnya? Read More »

DBS: Investasi Pada Aset Berisiko Akan Lebih Kondusif di Kuartal I-2024, Ini Alasannya

DBS: Investasi Pada Aset Berisiko Akan Lebih Kondusif di Kuartal I-2024, Ini Alasannya

Jakarta – DBS Group Research memprediksi pada kuartal I 2024, investasi di aset-aset berisiko akan lebih kondusif. Hal ini dikarenakan laju tingkat suku bunga acuan AS yang bakal mencapai puncaknya seiring dengan melambatnya laju inflasi dan penundaan pengetatan moneter oleh The Fed selaku Bank Sentral AS. Hal ini dijelaskan dalam diskusi bertajuk “Smart Talk: Shifting Currents” yang

DBS: Investasi Pada Aset Berisiko Akan Lebih Kondusif di Kuartal I-2024, Ini Alasannya Read More »

Scroll to Top