Jakarta – PT Bank Mega Syariah berhasil mencatatkan peningkatan portofolio pembiayaan korporasi di semester I 2025. Per Juni 2025, penyaluran pembiyaan korporasi tumbuh 30,24 persen secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp4,4 triliun.
“Jumlah tersebut mencapai lebih dari 46,29 persen dari total pembiayaan Bank Mega Syariah sebesar Rp 9,5 triliun,” kata Gurito Corporate & Business Banking Division Head Bank Mega Syariah dikutip 11 Juni 2025.
Guritno menjelaskan bahwa penyaluran pembiayaan pada segmen korporasi tetap memberikan kontribusi maksimal terhadap bisnis bank.
“Catatan positif ini juga didukung oleh strategi bank dalam memperluas segmen Business-to-Business-to-Consumer (B2B2C),” tambah Guritno.
Baca juga: OJK: Kredit Perbankan Tumbuh 8,43 Persen, DPK Naik 4,29 Persen per Mei 2025
Guritno melihat prospek penyaluran pembiayaan untuk segmen korporasi di tahun ini masih akan menjadi primadona bagi perbankan. Utamanya pembiayaan untuk proyek-proyek infrastruktur dan hilirisasi yang menjadi pendorong pertumbuhan portofolio pembiayaan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
“Ada peluang besar pada pembiayaan sektor industri infrastruktur, pembangkit listrik, agribisnis, mineral, energi dan hilirisasi industri melalui structured finance atas kebutuhan investasi dan modal kerja bagi konglomerasi besar dan institusi yang kredibel, baik BUMN maupun swasta,” jelas Guritno.
Dalam penyaluran pembiayaannya, kata Guritno, pihaknya tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Perseroan fokus pada perusahaan yang mempunyai profil risiko rendah, namun mempunyai kapasitas keuangan dan daya tahan yang kuat terutama di kondisi perekonomian yang penuh tantangan seperti saat ini.
Baca juga: Pembiayaan Konsumer Bank Mega Syariah Capai Rp482 Miliar di Mei 2025, Tumbuh 37,3 Persen
“Kami fokus pada sektor-sektor dan nasabah yang memiliki risiko rendah namun berpotensi memberikan margin yang optimal, sehingga pertumbuhan bisnis tetap selaras dengan prinsip kehati-hatian,” ungkapnya.
Sekadar informasi, pembiayaan korporasi secara nasional tetap melanjutkan tren kenaikannya di tengah ekonomi yang kian menantang. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Mei 2025, kredit korporasi secara nasional tumbuh 11,92 persen yoy. (*)