Begini Cara LPEI Dorong Komoditas Gula Aren Maros Mendunia


Jakarta – Pelbagai cara dilakukan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank dalam mendorong pelaku usaha lokal untuk mendunia. 

Tak terkecuali, melakuan pendampingan dan pelatihan kepada para penderes gula aren Maros sebagai sebuah langkah konkrit mendorong komoditas tersebut mendunia. 

Upaya ini diwujudkan melalui peresmian Desa Devisa Gula Aren Maros berkolaborasi dengan Kemenkeu Satu dan Pemerintah Daerah Sulawesi Selatan, yang diresmikan pada Selasa (30/4) lalu. 

Kepala Divisi Jasa Konsultasi LPEI, Ilham Mustafa mengatakan, Desa Devisa Gula Aren Maros akan membuka kesempatan bagi penderes untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus merawat lingkungan dan ekosistem hutan secara berkelanjutan. 

Baca juga : LPEI Dorong Peningkatakn Ekspor Biji Kakao dari Desa Nglanggeran

Ia mengatakan, saat ini Desa Devisa Maros telah melakukan ekspor ke Belanda dan Korea Selatan dengan kapasitas 18 ton untuk setiap pengiriman. 

Dengan pendampingan dari LPEI, diharapkan produksi gula aren dari wilayah Maros dan sekitarnya akan meningkat serta memperluas pasar ekspor ke Asia dan Timur Tengah. 

“LPEI sebagai perpanjangan tangan pemerintah hadir di sini untuk mendorong peningkatan kompetensi dan kapasitas usaha para penderes hingga akhirnya mereka dapat ekspor secara mandiri dan berkelanjutan,” katanya, dalam rilis yang diterima Infobanknews, Selasa, 7 Mei 2024.

Diketahui, dalam pengembangan Desa Devisa Gula Aren Maros, LPEI bekerja sama dengan Golata Healthy Brand, lembaga pendamping yang sekaligus akan memfasilitasi hasil panen para petani dari Desa Devisa Gula Aren Maros menuju pasar global. 

LPEI akan memberikan serangkaian pelatihan dan pendampingan kepada para penderes dengan melibatkan narasumber yang kompeten di bidangnya. 

Program pelatihan dan pendampingan LPEI diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan para penderes baik dari aspek produksi, manajemen maupun tata cara ekspor dan diharapkan dapat meningkat kualitas dan kapasitas produksi secara ramah lingkungan sehingga mampu meningkatkan daya saing produk di pasar global serta menjadi model bagi pengembangan desa berkelanjutan. 

Baca juga : Kolaborasi LPEI dan Diaspora RI, Sukses Bikin 19 UKM Lokal Tembus Pasar Kanada

“Dalam upaya mendukung keberlanjutan lingkungan Desa Devisa gula aren Maros melibatkan praktik-praktik pertanian organik dan pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab. Salah satunya adalah pengelolaan limbah hasil produksi gula aren untuk diolah menjadi etanol agar dapat dimanfaatkan kembali, sehingga tercipta ekonomi sirkular dan berkelanjutan,” terangnya. 

Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sulawesi bagian Selatan, Djaka Kusmartata mengatakan, pihakna sangat menyambut baik program LPEI untuk mendorong potensi gula aren Maros sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

“Kesempatan ini harus dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para petani. Bea Cukai akan terus membantu dari awal hingga akhir agar pendampingan Desa Devisa dari LPEI dapat dimanfaatkan dengan baik,” pungkasnya. 

Sebagaimana diketahui, gula aren telah menjadi pemanis alami yang digunakan dalam berbagai kulinari di Indonesia maupun dunia. 

Namun, lebih dari sekadar rasa manisnya, gula aren juga menyimpan kekayaan kesehatan dan sarat akan kebudayaan yang mampu menciptakan daya tarik tersendiri bagi penikmatnya bahkan menjadi komoditas ekspor yang menjanjikan. 



Source link

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top