Jurus ‘Ofensif’ Gibran Sukses Hentak Panggung Debat Cawapres


Jakarta – Gibran Rakabuming Raka menghentak debat Cawapres Pilpres 2024. Diluar dugaan, putra sulung Presiden Jokowi tersebut tampil ofensif terhadap dua rivalnya di atas panggung.

Sejak awal, Gibran sudah ‘nge gas’ dengan mengkonfrontasi pernyataan Cawapres nomor urut 1 Muhaimin Iskandar. Misalnya, ketika Cak Imin berencana membuat 40 kota anyar selevel Jakarta.

Gibran sendiri menyerang dengan membandingkan sikap Cak Imin terhadap proyek pembangunan IKN. Ia heran mengapa Ketua Umum PKB itu menggagas kota baru tetapi tidak mendukung IKN.

“Gus Muhaimin ini agak aneh ya. Ingin bangun 40 kota selevel Jakarta, tetapi ndak setuju sama IKN. Tapi monggo lah, ya enggak apa-apa,” kata Gibran di Debat Cawapres Pilpres 2024 di Jakarta, Jumat malam, 22 Desember 2023.

Baca juga: Soal IKN, Gibran ‘Slepet’ Balik Cawapres Muhaimin

Bahkan, Gibran menilai sikap inkonsistensi sikap Cak Imin terhadap proyek pembangunan IKN yang anggarannya 20 persen diambil dari APBN. 

“Saya ingat sekali, Gus Muhaimin sempat ikut meresmikan dan potong tumpeng IKN. Ini gimana ini gak konsisten. Dulu dukung dan sekarang tidak mendukung karena menjadi wakilnya Pak Anies yang mengusung tema perubahan,” ucap Gibran.

Serangan yang sama juga dilakukan Gibran kepada Mahfud MD dengan jebakan istilah-istilah asing yang jarang didengar publik. Misal, saat dirinya bertanya kepada Mahfud mengenai carbon capture and storage, lalu ia bertanya tentang SGIE ke Imin.

Rupanya, serangan tersebut membuat kedua rivalnya ‘goyah’. Bahkan, Cak Imin tidak mengerti apa yang dimaksud dengan istilah SGIE. 

Pernyataan TKN

Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka menilai, penampilan Gibran pada debat perdananya menjadi bukti bahwa anak muda memiliki kemampuan dan kapabilitas untuk menjadi pemimpin jika diberi kesempatan. 

Gibran juga dianggap berhasil menunjukkan kepada masyarakat bahwa dia betul-betul menguasai materi debat seputar ekonomi. 

“Mas Gibran terbukti menguasai materi secara komprehensif dan memahami masalah-masalah faktual. Dari debat ini, saya kira Mas Gibran ingin menyampaikan secara objektif bahwa anak muda itu mampu jadi pemimpin,” ungkap Wakil Komandan Tim Fanta TKN Prabowo-Gibran, Anggawira.

“Hal yang sama juga disampaikan Pak Prabowo setelah debat, bahwa generasi tua harus jadi jembatan bagi generasi muda. Jadi jelas pemenang debat ya Mas Gibran,” tambah dia. 

Lebih lanjut, ada dua hal yang menjadi sorotan Anggawira terkait performa Gibran. Pertama, dia mampu menjadikan forum debat sebagai platform untuk mempertegas visi-misi yang selama ini sudah digaungkan. 

Pada saat yang sama, Gibran turut menegaskan bahwa dirinya mampu menjadi pemimpin berkaca dari sepak terjangnya sebagai Wali Kota Solo.  

Dalam mengutarakan pendapatnya, Gibran pun memilih untuk menggunakan bahasa yang komunikatif dan mudah dipahami. Anggawira turut menyoroti logika berpikir Gibran yang konsisten serta tidak kontradiktif. 

“Ada kandidat yang pakai analogi slepat slepet, itu kan tidak relevan. Ada juga yang menolak IKN tapi ingin membangun 40 kota, itu tidak make sense, kontradiktif pula. Mas Gibran mampu menyampaikan poin-pinnya dengan sangat clear dan kelihatan punya program yang realistis,” tutur Anggawira.

Hal kedua yang disoroti oleh Sekjen Himpunan Pengusaha Muda (HIPMI) periode 2022-2025 ini adalah adab Gibran. Dari segi usia, Gibran adalah yang termuda, tapi dia mampu memperlihatkan rasa hormat kepada kandidat lainnya dengan panggilan Gus Muhaimin serta Prof. Mahfud.

Baca juga: Sepakat! Gibran Lanjutkan Program Hilirisasi Jokowi

Pada sesi penutup, alih-alih mengutarakan janji politiknya, Gibran justru memanfaatkan momen itu untuk berterima kasih dan menunjukkan rasa hormat kepada pasangan lainnya. Tak ketinggalan seruan kepada anak muda untuk terlibat aktif dalam Pemilu 2024, kemudian diakhiri dengan ucapan Selamat Natal dan Tahun Baru. 

“Selesai debat, Mas Gibran menunjukkan sisi orang Jawa-nya, dengan memberikan salam, hormat, dan apresiasi. Dia merasa bangga bisa berdiri di tengah paslon yang lebih senior dan kawakan. Itu menunjukkan kematangan Mas Gibran, tanpa kehilangan jati dirinya,” kata Anggawira. 

Ihwal debat cawapres pada sesi kedua, Anggawira berharap Gibran bisa mempertahankan karakter apa adanya, yang merupakan ciri-ciri anak muda. 

“Harapannya, Mas Gibran bisa selalu tampil genuine. Walaupun sedikit terlihat ada jiwa mudanya ketika mempertahankan argumen, tapi itulah Mas Gibran, apa adanya. Justru bengan debat ini semakin meyakinkan kami pasangan Prabowo-Gibran bisa menang satu putaran,” harap dia. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra



Source link

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top